Jumat, 09 Maret 2012

Pendekatan dan metode kajian dalam geografi

tugas filsafat ilmu :
semoga bermanfaat!!!! ;-0

BAB  I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
 Berbicara tentang manusia maka satu pertanyaan klasik yang sampai saat ini belum memperoleh jawaban yang memuaskan adalah pertanyaan tentang siapakah manusia itu. Banyak teori telah dikemukakan, diantaranya adalah pemikiran dari aliran materialism, idealism, realism klasik, dan teologis.
Aliran materialism mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses material ini, sementara manusia juga dianggap ditentukan oleh proses-proses material ini.
Sedangkan aliran idealism beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. Aliran realism klasik tentang beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. Dan aliran teologi membedakan manusia dari makhluk lain karena hubumgannya dengan Tuhan. Disamping itu, beberapa ahli telah berusaha merekonstruksikan kedudukan manusia diantara makhluk lainnya. Dari hasil perbandingan tersebut ditemukan bahwa semua makhluk mempunyai dorongan yang bersifat naluriah yang termuat dalam gen mereka. Sementara yang membedakan manusia dari makhluk lainnya adalah kemampuan manusia dalam hal pengetahuan dan perasaan. Pengetahuan manusia jauh lebih berkembang daripada pengetahuan makhluk lainnya, sementara melalui perasaan manusia mengembangkan eksistensi kemanusiaannya
 B.     Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
 1.       Apa pengertian geografi ?
2.       Apa cakupan kajian ilmu tentang bumi ?
3.       Bagaimana pendekatan dan metode kajian dalam geografi ?

C.       Tujuan Penulisan
 1. Tujuan instruksional umum
Setelah menelaah isi makalah ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui hakikat manusia dan perkembangannya
2. Tujuan instruksional khusus
Adapun tujuan khusus penulisan makalah ini adalah :
a)          Sejarah Geografi
b)          Pengertian Geografi
c)          Metode
d)          Cabang-Cabang Geografi
e)          Teknik Geografis
f)         Penjelasan Tentang Ilmu Bumi
g)          Geografi Dalam Perspektif Filsafat Ilmu
h)          Cakupan Kajian Ilmu Tentang Geografi
i)            Pendekatan dan Metode Dalam Kajian Goegrafi




BAB  II
PEMBAHASAN

A.Sejarah Geografi

Bangsa Yunani adalah bangsa yang pertama dikenal secara aktif menjelajahi geografi sebagai ilmu dan filosofi, dengan pemikir utamanya Thales dari Miletus, Herodotus, Eratosthenes, Hipparchus, Aristotle, Dicaearchus dari Messana, Strabo, dan Ptolemy. Bangsa Romawi memberi sumbangan pada pemetaan karena mereka banyak menjelajahi negeri dan menambahkan teknik baru. Salah satu tekniknya adalah periplus, deskripsi pada pelabuhan dan daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas pantai; contoh pertamanya adalah Hanno sang Navigator dari Carthaginia dan satu lagi dari Laut Erythraea, keduanya selamat di laut menggunakan teknik periplus dengan mengenali garis pantai laut Merah dan Teluk Persi.
Pada Zaman Pertengahan, bangsa Arab seperti al-Idrisi, Ibnu Battuta dan Ibnu Khaldun memelihara dan terus membangun warisan bangsa Yunani dan Romawi. Dengan perjalanan Marco Polo, geografi menyebar ke seluruh Eropa. Selama zaman Renaissance dan pada abad ke-16 dan 17 banyak perjalanan besar dilakukan untuk mencari landasan teoritis dan detil yang lebih akurat. Geographia Generalis oleh Bernhardus Varenius dan peta dunia Gerardus Mercator adalah contoh terbesar.
Setelah abad ke-18 geografi mulai dikenal sebagai disiplin ilmu yang lengkap dan menjadi bagian dari kurikulum di universitas di Eropa (terutama di Paris dan Berlin), tetapi tidak di Inggris dimana geografi hanya diajarkan sebagai sub-disiplin dari ilmu lain. Salah satu karya besar zaman ini adalah Kosmos: sketsa deskripsi fisik Alam Semesta, oleh Alexander vom Humboldt.
Selama lebih dari dua abad kuantitas pengetahuan dan perangkat pembantu banyak ditemukan di Indonesia. Terdapat hubungan yang kuat antara geografi dengan geologi dan botani, juga ekonomi, sosiologi dan demografi.
Di barat, selama abad ke-20, disiplin ilmu geografi melewati empat fase utama: determinisme lingkungan, geografi regional, revolusi kuantitatif dan geografi kritis.
Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. Penganut fanatik deteriminisme lingkungan adalah Carl Ritter, Ellen Churchill Semple dan Ellsworth Huntington. Hipotesis terkenalnya adalah "iklim yang panas menyebabkan masyarakat di daerah tropis menjadi malas" dan "banyaknya perubahan pada tekanan udara pada daerah lintang sedang membuat orangnya lebih cerdas". Ahli geografi determinisme lingkungan mencoba membuat studi itu menjadi teori yang berpengaruh. Sekitar tahun 1930-an pemikiran ini banyak ditentang karena tidak mempunyai landasan dan terlalu mudahnya membuat generalisasi (bahkan lebih sering memaksa). Determinisme lingkungan banyak membuat malu geografer kontemporer, dan menyebabkan sikap skeptis di kalangan geografer dengan klaim alam adalah penyebab utama budaya (seperti teori Jared Diamond).
Geografi regional menegaskan kembali topik bahasan geografi pada ruang dan tempat. Ahli geografi regional memfokuskan pada pengumpulan informasi deskriptif tentang suatu tempat, juga metode yang sesuai untuk membagi bumi menjadi beberapa wilayah atau region. Basis filosofi kajian ini diperkenalkan oleh Richard Hartshorne.
Revolusi kuantitatif adalah usaha geografi untuk mengukuhkan dirinya sebagai ilmu (sains), pada masa kebangkitan interes pada sains setelah peluncuran Sputnik. Revolusioner kuantitatif, sering disebut "kadet angkasa", menyatakan bahwa kegunaan geografi adalah untuk menguji kesepakatan umum tentang pengaturan keruangan suatu fenomena. Mereka mengadopsi filosofi positifisme dari ilmu alam dan dengan menggunakan matematika - terutama statistika - sebagai cara untuk menguji hipotesis. Revolusi kuantitatif merupakan landasan utama pengembangan Sistem Informasi Geografis.
Walaupun pendekatan positifisme dan pos-positifisme tetap menjadi hal yang penting dalam geografi, tetapi kemudian geografi kritis muncul sebagai kritik atas positifisme. Yang pertama adalah munculnya geografi manusia. Dengan latar belakang filosofi eksistensialisme dan fenomenologi, ahli geografi manusia (seperti Yi-Fu Tuan) memfokuskan pada peran manusia dan hubungannya dengan tempat. Pengaruh lainnya adalah geografi marxis, yang menerapkan teori sosial Karl Marx dan pengikutnya pada geografi fenomena. David Harvey dan Richard Peet merupakan geografer marxis yang terkenal. Geografi feminis, seperti pada namanya, menggunakan ide dari feminisme pada konteks geografis.
Arus terakhir dari geografi kritis adalah geografi pos-modernis, yang mengambil ide teori pos-modernis dan pos-strukturalis untuk menjelajahi konstruksi sosial dari hubungan keruangan.

B. Pengertian Geografi
Istilah geografi pertama kali dikemukakan oleh Eratothenes (176:194 sm). Kata geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu geo dan graphien. Geo berarti bumi dan graphien berarti sesuatu yang ditulis, digambar, atau dijelaskan. Jadi Geografi berarti Ilmu pengetahuan yang mempelajari, menjelaskan, menuliskan tentang bumi.
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").
Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subyek ini, yang terkenal adalah Geographia tulisan Klaudios Ptolemaios (abad kedua).
Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.
Pengertian Geografi  Menurut beberapa ahli

Dalam geografi kita akan mempelajari segala sesuatu yang tampak di permukaan bumi, baik bentuk kehidupan, kenampakan permukaan bumi dengan segala gejala-gejalanya maupun faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti benda-benda di luar angkasa, keadaan dan benda-benda di dalam bumi maupun di permukaan bumi.
Oleh karena itu, definisi geografi secara luas adalah ilmu yang mempelajari bumi bagian dalam, permukaan bumi, dan atas (luar angkasa) secara keseluruhan yang berinteraksi dengan alam lingkungannva. Supaya pandangan tentang geografi itu lebih luas berikut ini beberapa pendapat para ahli geogarfi.
1.         Prof. Bintarto : Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi baik yang fisikal maupun yang menyangkut mahkluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan.
2.         Claudius Ptolomeus : mempelajari hal, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia dan mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.
3.         Erastothenes : geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi.
4.         Ellsworth Hunthington: memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya.
5.         Menurut Erastothenes, geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi.
6.         Menurut Claudius Ptolomaeus, geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.
7.         John Mackinder (1861-1947) seorang pakar geografi memberi definisi geografi sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.
8.         Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
9.         Preston E. James mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaitan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
10.      Menurut Ullman (1954), Geografi adalah interaksi antar ruang.
11.      Maurice Le Lannou (1959)mengemukakan bahwa Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi.
12.      Paul Claval (1976) berpendapat bahwa Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan.
13.      Suatu definisi yang lain adalah hasil semlok (seminar dan lokakarya) di Semarang tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
14.      UNESCO (1956) mendifinasikan geografi sebagai: 1. satu agen sintesis; 2. satu kajian perhubungan ruang; 3. sains dalam penggunaan tanah.
15.      Dr. I Made Sandy, geografi adalah ilmu yang burusaha menceritakankan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada dalam ruang muka bumi.
16.      Drs. Nathanael Daljoeni, geografi adalah uraian tentang bumi dengan segenap isinya yakni manusia ditambah dengan dunia hewan dan dunia tumbuh-tumbuhan.
17.      Abler (1971), geografi mengkaji struktur dan proses fenomena dan permasalahan dalam ruang. Berkaitan dengan itu geografi selalu berbicara dengan peta untuk mengkaji struktur keruangan suatu permasalahan..
18.      hasil seminar dan lokakarya di Semarang tahun 1988 geografi adalah ilmu yang rnempelajari persamaan dan perbedaan fenomena di geosfer dengan sudut pandang kewilayahan, kelingkungan dalam konteks keruangan.
19.      Frank Debenham. Menurut Debenharn tugas para ahla geografl adalah sebagai berikut.
1.          menafsirkan agihan atau persebaran gejala dan fakta fenomena geografi.
2.          menemukan hubungan antara kehidupan manusia dan lingkungan fisik.
3.          Menjelaskan interaksi antara manusia dan lingkungan,
20.      R. Hartshorne. Geografi bertujuan untuk memberikan deskripsi yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel dari permukaan bumi.
21.      E. A. Ackerman. Geografi bertujuan rnengetahui pengertian tentang sistem yang berinteraksi secara cepat mencakup semua budaya manusia dan lingkungan alamiahnya di permukaan bumi
22.      P. Haggett. Geografi memberikan perhatian terutarma pada sistem ekologi dan sistem keruangan. Pada sistem ekologi berkaitan dengan manusia dan lingkungannya, sedangkan pada sistem keruangan berkaitan dengan hubungan antar wilayah.
23.      M Yeates. Geografi adalah suatu ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dari berbagai sifat yang beraneka ragam di pennukaan bumi.
24.      Strabo. Geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu suatu tempat dan memperhatikan juga hubungan antara berbagai ternpat secara keseluruhan.
25.      Bintarto. Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis keadaan alam dan penduduk. serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari. unsur bumi dalam ruang dan waktu
     Setiap manusia memiliki pendapat masing-masing tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Demikian pula dengan definisi atau pengertian geografi. Berikut ini disajikan beberapa definisi yang akan saling melengkapi dan dengan demikian diharapkan dapat menyingkap inti masalah atau pokok kajian geografi.
Definisi 1: Preston e James berpendapat bahwa, “Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.
Definisi 2: “Geografi adalah interaksi antar ruang”. Definisi ini dikemukakan oleh Ullman (1954), dalam bukunya yang berjudul Geography a Spatial Interaction.
Definisi 3: Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi. Definisi ini dikemukakan oleh Maurice Le Lannou (1959). Ia mengemukakan dalam bukunya yang berjudul La Geographie Humaine.
Definisi 4: Paul Claval (1976) berpendapat bahwa ‘Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan’.
Definisi 5: Suatu definisi yang lain adalah hasil semlok (seminar dan lokakarya) di Semarang tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
     Kalau kita perhatikan beberapa definisi/pengertian dan sejarah perkembangan dari geografi tersebut, ternyata pengertian geografi selalu mengalami perkembangan. Namun kalau kita kaji lebih jauh diantara pandangan para ahli tersebut tampak adanya kesamaan titik pandang. Kesamaan titik pandang tersebut adalah mengkaji:
1. Bumi sebagai tempat tinggal
2. Hubungan manusia dengan lingkungannya (interaksi)
3. Dimensi ruang dan dimensi historis; dan
4. Pendekatannya, spasial (keruangan), ekologi (kelingkungan) dan regional (kewilayahan).

 

C. Metode

Hubungan keruangan merupakan kunci pada ilmu sinoptik ini, dan menggunakan peta sebagai perangkat utamanya. Kartografi klasik digabungkan dengan pendekatan analisis geografis yang lebih modern kemudian menghasilkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis komputer.
Geografer menggunakan empat pendekatan:
  • Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
  • Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
  • Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah dan populasinya.
  • Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.

D. Cabang-Cabang Geografi

1.Geografi fisik

Cabang ini memusatkan pada geografi sebagai ilmu bumi, menggunakan biologi untuk memahami pola flora dan fauna global, dan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya yang lain. Termasuk juga di dalamnya ekologi muka bumi dan geografi lingkungan.

2. Geografi manusia

Cabang geografi non-fisik juga disebut antropogeografi yang fokus sebagai ilmu sosial, aspek non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia. Mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia lainnya, dan pada transformasi makroskopis bagaimana manusia berperan di dunia. Bisa dibagi menjadi: geografi ekonomi, geografi politik (termasuk geopolitik), geografi sosial (termasuk geografi kota), geografi feminisme dan geografi militer.

3. Geografi manusia-lingkungan

Selama masa determinisme lingkungan, geografi bukan merupakan ilmu tentang hubungan keruangan, tetapi tentang bagaimana manusia dan lingkungannya berinteraksi. walaupun paham determinisme lingkungan sudah tidak berkembang, masih ada tradisi kuat di antara geografer untuk mengkaji hubungan antar manusia dengan alam.
Terdapat dua bidang pada geografi manusia-lingkungan: ekologi budaya dan politik dam penelitian risiko-bencana. banyak lingkungan yang sudah dirusak oleh manusia, seharusnya sudah menjadi tugas manusia yang harus menjaga dan melestarikan lingkungan, mungkin alam sudah tidak akan kuat bertahan lagi.

4. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

Cabang Geografi ini adalah cabang yang relatif baru. Dikembangkan pada sekitar tahun 1980-an oleh para Geografiwan Eropa, terutama dari Nederland. Saat kerjasama Universitas antar kedua negara dilakukan, sejumlah ahli Geografi asal Belanda ikut serta dalam program pencangkokan dosen di UGM. Hasilnya adalah lahirnya program studi baru bernama Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah dan sekarang lebih dikenal dengan Program Studi Pengembangan Wilayah. Sebelum berdiri menjadi disiplin tersendiri yang memadukan Ilmu Geografi dengan Ilmu Perencanaan Wilayah, proyek ini dikenal dengan nama Rural and Regional Development Planning (RRDP). Selain itu dapat dijelaskan bahwa perencanaan dan pengembangan wilayah dapat berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial terutama terkait dengan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, sehingga sangat bersinggungan dengan konsep-konsep dan teori-teori sosial yang ada.

5. Ekologi budaya dan politik

Ekologi budaya muncul sebagai hasil kerja Carl Sauer pada geografi dan pemikiran dalam antropologi. Ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Ilmu keberlanjutan (sustainability) kemudian tumbuh dari tradisi ini. Ekologi politik bangkit ketika beberapa geografer menggunakan aspek geografi kritis untuk melihat hubungan kekuatan alam dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia. Misalnya, studi yang berpengaruh oleh Micahel Watts berpendapat bahwa kelaparan di Sahel disebabkan oleh perubahan sistem politik dan ekonomi di wilayah itu sebagai hasil dari kolonialisme dan menyebarnya praktek kapitalisme.

6. Penelitian risiko-bencana

Penelitian pada bencana dimulai oleh Gilbert F. Withe, yang mencoba memahami mengapa orang tinggal dataran banjir yang mudah terkena bencana. Sejak itu, bidang ini berkembang menjadi multi disiplin dengan mempelajari bencana alam (seperti gempa bumi) dan bencana teknologi (seperti kebocoran reaktor nuklir). Geografer yang mempelajari bencana tertarik pada dinamika bencana dan bagaimana manusia dan masyarakat menghadapinya.

7. Geografi sejarah

Cabang ini mencari penjelasan bagaimana budaya dari berbagai tempat di bumi berkembang dan menjadi seperti sekarang. Studi tentang muka bumi merupakan satu dari banyak kunci atas bidang ini - banyak disimpulkan tentang pengaruh masyarakat dahulu pada lingkungan dan sekitarnya.

E. Teknik Geografis

1.  Penginderaan Jauh

Penginderaan Jauh merupakan terjemahan dari istilah remote sensing, adalah ilmu, teknologi dan seni dalam memperoleh informasi mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan bumi tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji, melainkan melalui media perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk citra.
Pengertian 'tanpa kontak langsung di sini dapat diartikan secara sempit dan luas. Secara sempit berarti bahwa memang tidak ada kontak antara objek dengan analis, misalnya ketika data citra satelit diproses dan ditransformasi menjadi peta distribusi temperatur permukaan pada saat perekaman. Secara luas berarti bahwa kontak dimungkinkan dalam bentuk aktivitas 'ground truth', yaitu pengumpulan sampel lapangan untuk dijadikan dasar pemodelan melalui interpolasi dan ekstrapolasi pada wilayah yang jauh lebih luas dan pada kerincian yang lebih tinggi.
Pada awalnya penginderaan jauh kurang dipandang sebagai bagian dari geografi, dibandingkan kartografi. Meskipun demikian, lambat laun disadari bahwa penginderaan jauh merupakan satu-satunya alat utama dalam geografi yang mampu memberikan synoptic overview --pandangan secara ringkas namun menyeluruh-- atas suatu wilayah sebagai titik tolak kajian lebih lanjut. Penginderaan jauh juga mampu menghasilkan berbagai macam informasi keruangan dalam konteks ekologis dan kewilayahan yang menjadi ciri kajian geografis. Di samping itu, dari sisi persentasenya, pendidikan penginderaan jauh di Amerika Serikat, Australia dan Eropa lebih banyak diberikan oleh bidang ilmu (departemen, 'school' atau fakultas) geografi.
Dari segi metode yang digunakan, dikenal metode penginderaan jauh manual atau visual dan metode penginderaan jauh digital. Penginderaan jauh manual memanfaatkan citra tercetak atau 'hardcopy' (foto udara, citra hasil pemindaian scanner di pesawat udara maupun satelit) melalui analisis dan interpretasi secara manual/visua]. Penginderaan jauh digital menggunakan citra dalam format digital, misalnya hasil pemotretan kamera digital, hasil pemindaian foto udara yang sudha tercetak, dan hasil pemindaian oleh sensor satelit, dan menganalisisnya dengan bantuan komputer. Baik metode manual maupun digital menghasilkan peta dan laporan. Peta hasil metode manual dapat dikonversi menjadi peta tematik digital melalui proses digitisasi (sering diistilahkan digitasi). Metode manual kadangkala juga dilakukan dengan bantuan komputer, yaitu melalui proses interpretasi di layar monitor (on-screen digitisation), yang langsung menurunkan peta digital. Metode analisis citra digital menurunkan peta tematik digital secara langsung. Peta-peta digital tersebutd dapat di-'lay out' dan dicetak untuk menjadi produk kartografis (disebut basis dat kartografis), namun dapat pula menjaid masukan (input) dalam suatu sistem informasi geografis sebagai basis data geografis. Peta-peta itu untuk selanjutnya menjaid titik toak para geografiwan dalam menjalankan kajian geografinya.

2. Kartografi

Kartografi atau pemetaan mempelajari representasi permukaan bumi dengan simbol abstrak. Bisa dibilang, tanpa banyak kontroversi, kartografi merupakan penyebab meluasnya kajian geografi. Kebanyakan geografer mengakui bahwa ketertarikan mereka pada geografi dimulai ketika mereka terpesona oleh peta di masa kecil mereka. walaupun subdisiplin ilmu geografi lainnya masih bergantung pada peta untuk menampilkan hasil analisisnya, pembuatan peta itu sendiri masih terlalu abstrak untuk dianggap sebagai ilmu terpisah.
Kartografi berkembang dari kumpulan teknik menggambar menjadi bagian sebuah ilmu. Seorang kartografer harus memahami psikologi kognitif dan ergonomi untuk membuat simbol apa yang cocok untuk mewakili informasi tentang bumi yang bisa dimengerti orang lain secara efektif, dan psikologi perilaku untuk mempengaruhi pembaca memahami informasi yang dibuatnya. Mereka juga harus belajar geodesi dan matematika yang tidak sederhana untuk memahami bagaimana bentuk bumi berpengaruh pada penyimpangan atau distorsi dari proses proyeksi ke bidang datar.

3. Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis membahas masalah penyimpanan informasi tentang bumi dengan cara otomatis melalui komputer secara akurat secara informasi. Sebagai tambahan pada subdisiplin ilmu geografi lainnya, spesialis SIG harus mengerti ilmu komputer dan sistem database. SIG memacu revolusi kartografi sehingga sekarang hampir semua pembuatan peta dibuat dengan piranti lunak (software) SIG.

4. Metode kuantitatif geografi

Metode kuantitatif geografi membahas metode numerik yang khas (atau paling tidak yang banyak ditemukan) dalam geografi. Sebagai tambahan pada analisis keruangan, anda mungkin akan menemukan analisis klaster, analisis diskriminan dan uji statistik non-parametris pada studi geografi.
F. Penjelasan Tentang Ilmu Bumi
Studi tentang bumi telah menangkap bunga dan imajinasi orang sepanjang zaman. The desire to experience and understand earth's environments has pushed the frontiers of humankind's exploration across the entire globe and beyond, to earth's moon and to other planets. Keinginan untuk mengalami dan memahami lingkungan bumi telah mendorong batas-batas eksplorasi umat manusia di seluruh dunia dan di luar, untuk bulan bumi dan planet lain. Astounding discoveries from space exploration have been matched in our knowledge of deep ocean environments and the interior of the earth. penemuan Luar biasa dari eksplorasi ruang angkasa telah cocok dalam pengetahuan kita tentang lingkungan laut dalam dan bagian dalam bumi. The driving force has been a deep human curiosity about our physical environment, coupled with a need to test hypotheses , to unravel earth's history, and to gain insights into the formation of our solar system and the universe of which earth is just a small part. Gaya mengemudi telah keingintahuan manusia yang mendalam tentang lingkungan fisik kita, ditambah dengan kebutuhan untuk menguji hipotesis , untuk mengungkap sejarah bumi, dan untuk mendapatkan wawasan ke dalam pembentukan tata surya kita dan alam semesta yang bumi hanya sebagian kecil.
Bumi kita merupakan sistem dinamik di mana atmosfer , hidrosfer, litosfer, dan biosfer terus berinteraksi dan dimana siklus alam yang melibatkan air, batuan, dan gas atmosfer berperan dalam mendukung dan mempertahankan kehidupan. Natural earth processes shape landscapes and maintain the planet's environments by constantly reworking, conserving, and renewing its materials. Alam bumi proses lanskap bentuk dan memelihara lingkungan di planet ini dengan terus-menerus mengerjakan ulang, konservasi, dan memperbaharui bahan-bahan tersebut. The interaction of the atmosphere and hydrosphere strongly influences earth's weather system and produces catastrophic events such as floods , cyclones, hurricanes and tornadoes . The interaksi atmosfer dan hidrosfer sangat mempengaruhi sistem cuaca bumi dan menghasilkan peristiwa bencana seperti banjir , siklon, badai dan tornado . Hazardous earth processes such as earthquakes and volcanic eruptions, on the other hand, reflect internal earth processes. Berbahaya bumi proses seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, di sisi lain, mencerminkan proses internal bumi.
Pemahaman tentang bumi kita, proses, dan sejarah geologi, adalah kunci perkembangan ekologis berkelanjutan sumber daya planet ini. Only with this knowledge will humankind continue to derive the necessary benefits from the earth without jeopardising its environments. Hanya dengan pengetahuan manusia ini akan terus mendapatkan manfaat yang diperlukan dari bumi tanpa membahayakan lingkungan nya. Although this knowledge also facilitates the choice of its safest environments for human habitation , history demonstrates that politics and economics largely dictate where communities settle and remain. Meskipun pengetahuan ini juga memfasilitasi pilihan yang paling aman untuk lingkungan tempat tinggal manusia , sejarah menunjukkan bahwa politik dan ekonomi sangat menentukan di mana komunitas menetap dan tetap. Even when cities or towns are built in sites of high environmental risk, earth science plays an important role in allowing inhabitants to live with natural hazards. Bahkan ketika kota atau kota yang dibangun di lokasi risiko lingkungan yang tinggi, ilmu bumi memainkan peran penting dalam memungkinkan penduduk untuk hidup dengan bahaya alam. Technological advances have been made to improve the monitoring of the environment with the goal of minimising the impact of hazardous events . Kemajuan teknologi telah dilakukan untuk meningkatkan pemantauan lingkungan dengan tujuan meminimalkan dampak peristiwa berbahaya . To predict exactly when and where catastrophic events will take place is not yet possible, however. Untuk memprediksi kapan dan di mana peristiwa bencana akan terjadi masih belum memungkinkan, namun. Penting untuk dicatat bahwa proses geologi mempengaruhi setiap makhluk hidup di bumi. Some of these processes are very obvious and might be regarded as hazards. Beberapa dari proses ini sangat jelas dan mungkin dianggap sebagai bahaya. Others are not so obvious, but enable us to understand the evolution of the atmosphere, the emplacement of economic deposits of mineral resources, and the formation of productive and fertile soils and the sculpture of the landscape. Lainnya tidak begitu jelas, tapi memungkinkan kita untuk memahami evolusi atmosfer, emplacement deposito ekonomi sumber daya mineral, dan pembentukan tanah produktif dan subur dan patung dari lansekap
Manusia bergantung pada bumi untuk bertahan hidup. An awareness of earth's systems and how they affect, and are affected by, human activities, is fundamental to any study of earth science. Kesadaran sistem bumi dan bagaimana mereka mempengaruhi, dan dipengaruhi oleh, kegiatan manusia, adalah fundamental untuk setiap studi ilmu bumi.

Apa itu Ilmu Bumi?
Ilmu Bumi adalah studi tentang bumi dan tetangga di ruang angkasa. It is an exciting science with many interesting and practical applications. Ini adalah ilmu yang menarik dengan aplikasi menarik dan praktis. Some Earth scientists use their knowledge of the Earth to locate and develop energy and mineral resources. Beberapa ilmuwan Bumi menggunakan pengetahuan mereka tentang bumi untuk mencari dan mengembangkan sumber daya energi dan mineral. Others study the impact of human activity on Earth's environment and design methods to protect the planet. Lain mengkaji dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan bumi dan metode desain untuk melindungi planet ini. Some use their knowledge about Earth processes such as volcanoes, earthquakes and hurricanes to plan communities that will not expose people to these dangerous events. Beberapa menggunakan pengetahuan mereka tentang bumi proses seperti gunung berapi, gempa bumi dan badai untuk merencanakan masyarakat bahwa tidak akan mempekerjakan orang untuk acara ini berbahaya.

1.     Bumi Kita Dan Sistemnya
Studi dalam ilmu bumi yang terbaik didekati dengan mempertimbangkan planet dari sudut pandang berbagai sistem yang dinamis, yang terbesar yang merupakan hidrosfer, litosfer, atmosfer, dan biosfer. Examples of smaller but equally dynamic systems include shoreline, glacial, volcanic, and fold mountain systems. Contoh sistem dinamis lebih kecil tetapi juga termasuk garis pantai, glasial, vulkanik, dan sistem gunung lipat. Studies using this systems approach highlight the earth processes that operate across the wide range of earth's environments. Studi ini menggunakan pendekatan sistem menyoroti proses bumi yang beroperasi di berbagai lingkungan bumi. The flow of matter and energy between earth's dynamic systems is conveniently illustrated in terms of a series of cycles. Aliran materi dan energi antara sistem dinamis bumi adalah mudah digambarkan dalam hal serangkaian siklus. Of greatest importance are the energy cycle, the hydrologic cycle, the rock cycle and various biogeochemical cycles. Yang paling penting adalah siklus energi, siklus hidrologi, siklus batuan dan siklus biogeokimia.
Sejauh diketahui, kombinasi yang unik dari proses geologi dan astronomi telah mengakibatkan dalam pengembangan sebuah planet yang hidup dapat bertahan hidup. The composition of the earth stands in great contrast with planets such as Jupiter and Saturn. Komposisi bumi berdiri di kontras besar dengan planet-planet seperti Jupiter dan Saturnus. The earth has a much lower percentage of light elements such as hydrogen and helium, and a much higher percentage of heavier elements such as iron, silicon, aluminium, and oxygen. Bumi memiliki persentase yang lebih rendah dari unsur-unsur ringan seperti hidrogen dan helium, dan persentase lebih tinggi dari unsur-unsur yang lebih berat seperti besi, silikon, aluminium, dan oksigen. The unique combination of composition, mass and position in space has determined many of the earth's characteristics. Kombinasi unik dari komposisi, massa dan posisi dalam ruang telah menetapkan banyak karakteristik bumi.
Bumi kita hidup pada hari ini adalah hasil dari interaksi antara faktor-faktor berikut:
·      cara di mana bumi terbentuk
·      energi yang diterima dari matahari, energi yang tersimpan di dalam bumi pada waktu pembentukan, dan energi yang dihasilkan di dalam bumi dengan radioaktivitas alam
·      komposisi, massa dan struktur bumi
·      pergerakan material di dalam dan sekitar bumi didorong oleh sumber energy
·      besar rentang waktu geologi

2.     Empat Ilmu Bumi
Many different sciences are used to learn about the earth, however, the four basic areas of Earth science study are: geology, meteorology, oceanography and astronomy.Banyak ilmu yang berbeda digunakan untuk mempelajari tentang bumi, bagaimanapun, empat bidang studi ilmu dasar bumi adalah: geologi, meteorologi, oseanografi dan astronomi. A brief explanation of these sciences is provided below. Penjelasan singkat tentang ilmu-ilmu ini disediakan di bawah ini.
1.    Geologi: Ilmu Bumi
Geologi (dari bahasa Yunani γ, GEO, "bumi" dan λόγος, logo , "studi") adalah ilmu dan studi tentang padat Bumi dan proses dengan yang dibentuk dan diubah. Geology provides primary evidence for plate tectonics , the history of life and evolution , and past climates . Geologi memberikan bukti utama untuk lempeng tektonik , yang sejarah kehidupan dan evolusi , dan iklim masa lalu . In modern times, geology is commercially important for mineral and hydrocarbon exploration, is publicly important for predicting and understanding natural hazards , plays an essential role in geotechnical engineering , and is a major academic discipline . Di zaman modern, geologi secara komersial penting bagi mineral dan hidrokarbon eksplorasi, secara terbuka penting untuk memprediksi dan pemahaman bahaya alam , memainkan peran penting dalam rekayasa geoteknik , dan merupakan utama disiplin akademis .
Studi tentang materi fisik Bumi tanggal kembali setidaknya Yunani kuno ketika Theophrastus (372-287 SM) menulis karya Peri Lithon (On Stones). In the Roman period, Pliny the Elder wrote in detail of the many minerals and metals then in practical use, and correctly noted the origin of amber . Dalam Romawi periode, Pliny the Elder menulis dalam detail dari banyak mineral dan logam kemudian digunakan praktis, dan benar mencatat asal amber .
Some modern scholars, such as Fielding H. Garrison , are of the opinion that modern geology began in the medieval Islamic world . [ 2 ] Abu al-Rayhan al-Biruni (973–1048 AD) was one of the earliest Muslim geologists , whose works included the earliest writings on the geology of India , hypothesizing that the Indian subcontinent was once a sea. [ 3 ] [ verification needed ] Islamic Scholar Ibn Sina (Avicenna, 981–1037) proposed detailed explanations for the formation of mountains, the origin of earthquakes, and other topics central to modern Geology, which provided an essential foundation for the later development of the science. [ 4 ] [ verification needed ] In China, the polymath Shen Kua (1031–1095) formulated a hypothesis for the process of land formation: based on his observation of fossil animal shells in a geological stratum in a mountain hundreds of miles from the ocean, he inferred that the land was formed by erosion of the mountains and by deposition of silt . [ citation needed ]Beberapa ilmuwan modern, seperti Fielding H. Garrison , berpendapat bahwa geologi modern mulai di dunia Islam abad pertengahan . [2] Abu al-Rayhan al-Biruni (973-1048 M) adalah salah satu yang paling awal ahli geologi muslim , yang termasuk karya tulisan-tulisan paling awal di geologi India , hipotesa bahwa benua India pernah laut. [3] [ verifikasi diperlukan ] Islam Scholar Ibnu Sina (Avicenna, 981-1037) penjelasan rinci mengusulkan untuk pembentukan pegunungan, asal gempa bumi, dan topik lainnya pusat Geologi modern, yang memberikan fondasi penting bagi perkembangan selanjutnya ilmu pengetahuan. [4] [ verifikasi diperlukan ] Di China, polymath Shen Kua (1031-1095) merumuskan hipotesis untuk proses pembentukan tanah: berdasarkan pengamatan tentang hewan fosil kerang di geologi lapisan di gunung ratusan mil dari laut, ia menyimpulkan bahwa tanah dibentuk oleh erosi pegunungan dan oleh deposisi dari lumpur .
The word geology was first used by Jean-André Deluc in 1778 and introduced as a fixed term by Horace-Bénédict de Saussure in 1779.Kata geologi  pertama kali digunakan oleh Jean-André Deluc tahun 1778 dan diperkenalkan sebagai istilah yang ditetapkan oleh Benedict de Saussure-Horace pada tahun 1779. The word is derived from the Greek γ, , meaning "earth" and λόγος, logos , meaning "speech". [ 5 ] Kata ini berasal dari bahasa Yunani γ, GE, yang berarti "bumi" dan λόγος, logo , yang berarti "pidato".
William Smith (1769–1839) drew some of the first geological maps and began the process of ordering rock strata (layers) by examining the fossils contained in them. [ 1 ]William Smith (1769-1839) menggambar beberapa peta geologi pertama dan memulai proses pemesanan lapisan batuan (lapisan) dengan memeriksa fosil yang terkandung di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar